5 Investor dan Entrepreneur Wanita Terkemuka di Indonesia

May 19, 2020

5 Investor dan Entrepreneur Wanita di Indonesia – Bisnis dan investasi adalah mengenai pengambilan risiko; hal ini merupakan salah satu alasan mengapa kedua sektor tersebut selalu dikaitkan dengan para pria, sebagaimana pria dikatakan lebih percaya diri dalam mengambil risiko dibandingkan wanita. Menurut hasil survei yang dilakukan Future Moxie yang berjudul Understanding Female Investors, wanita bukannya tidak mengambil risiko. Lebih tepatnya, dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi, wanita bukan hanya memikirkan keuntungan yang didapatkan, tapi juga mempertimbangkan apakah investasi tersebut sesuai dengan nilai dan prinsip yang mereka miliki.

Saat ini telah banyak investor serta entrepreneur wanita muncul dan membuktikan bahwa tidak hanya pria yang mampu mengemban peran tersebut. Hal tersebut tidak luput juga terjadi di negara Indonesia, sebagaimana ditunjukkan oleh 5 investor dan entrepreneur wanita terkemuka berikut:

Melina Subastian

Sumber https://alphajwc.com

Melina Subastian merupakan Principal of Investment di Alpha JWC Ventures, sebuah perusahaan modal ventura yang berfokus pada startup tahap Seed hingga Seri A di Indonesia. Melina adalah seorang venture capitalist dengan pengalaman management consulting di McKinsey & Company dimana Ia menjalankan banyak proyek di ranah transformasi digital dan pengembangan masyarakat. Melina menerima ‘People Leader of the Year 2015 Award’ dari Mckinsey & Company Southeast Asia karena telah memimpin program CSR yang mereka miliki.

Artikel Lainnya: Investasi Fintech: Pengertian, Tips, dan Risiko

Bersama Alpha JWC Ventures, Melina bertanggung jawab atas beberapa investasi, termasuk Kopi Kenangan, Bobobox, dan Nusantara Technology. Pengalaman dan prestasi Melina selama sebagai investor wanita telah membuatnya masuk dalam Women Spotlight: 50 Stories About Women Leaders in Indonesia yang dipublikasikan oleh Angin pada akhir tahun 2018 dan Forbes 30 Under 30 pada awal tahun 2020.

Dea Surjadi

Sumber https://www.linkedin.com/in/deasurjadi/

Dea Surjadi adalah investor wanita terkemuka yang berperan memimpin tim di Indonesia bagi Golden Gate Ventures, modal ventura yang berfokus di Asia Tenggara dan memiliki lebih dari 60 perusahaan portofolio.  Ia bergabung dengan Golden Gate Ventures pada tahun 2017 sebagai Business Development in Indonesia, dan menjadi Head of Indonesia pada akhir tahun 2018. Dea bertugas untuk membantu berkembangnya perusahaan portofolio yang dimiliki Golden Gate Ventures, serta terus mencari potensi baru dalam dunia startup di Indonesia.

Dea memulai karirnya sebagai produser berita di sebuah stasiun TV di Amerika Serikat. Dea awalnya berasal dari latar belakang jurnalisme, marketing, dan PR; dia memiliki gelar sarjana dalam bidang jurnalisme penyiaran dari Missouri School of Journalism.

Shinta Kamdani

Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Shinta_Kamdani

Shinta merupakan pengusaha dan investor wanita dari Indonesia yang saat ini memimpin Sintesa Group, perusahaan milik keluarganya, sebagai CEO. Shinta memulai karirnya sebagai intern di Revlon dan Price Waterhouse saat sedang mengemban pendidikan di Amerika Serikat. Ketika bergabung dengan perusahaan keluarganya, Shinta masuk sebagai staf promosi dan pemasaran, dan memulai jenjang karirnya dari nol.

Artikel Lainnya: 10 Pengusaha Muda Indonesia yang Sukses Memulai Bisnis dari Nol

Selain menjadi pengusaha, Shinta juga aktif dalam mendukung peningkatan ekosistem dan masa depan entrepreneur di Indonesia. Ia merupakan Co-Founder ANGIN, jejaring angel investor terbesar di Indonesia; GEPI, organisasi nirlaba yang bertujuan mendukung kewirausahaan tahap awal di Indonesia melalui inkubasi dan angel investment; dan IBCSD, asosiasi perusahaan di Indonesia yang berkomitmen untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, keseimbangan ekologis, dan kemajuan sosial.

Erika Dianasari Go

Sumber https://alphajwc.com

Erika merupakan Value Creation Partner di Alpha JWC Ventures. Ia adalah seorang venture capitalist yang memiliki keahlian mendalam di bidang sumber daya manusia dan tansformasi bisnis. keahlian dalam sumber daya manusia, transformasi bisnis dan keunggulan operasi. Alpha JWC Ventures sendiri dikenal karena prinsipnya untuk memberi nilai tambah kepada perusahaan portofolio. Sebagai Value Creation Partner, Erika bertanggung jawab untuk mengawasi dan membantu perusahaan portofolio berkembang dalam ranah produk, komunikasi, dan sumber daya manusia.

Artikel Lainnya: Indonesia’s largest FMCG B2B marketplace GudangAda raises double-digit millions from Alpha JWC, Wavemaker, and Pavilion Capital

Erika menghabiskan tujuh tahun di Egon Zehnder, di mana Ia memberi wawasan kepada perusahaan-perusahaan terkemuka mengenai talent acquisition, internal talent assessment, dan strategi untuk talent retention. Erika juga memiliki pengalaman sebagai General Manger di MPMX di mana Ia memimpin penyusunan rencana bagi perusahaan dan pengembangan bisnis di tingkat perusahaan induk, dan juga memimpin transformasi bisnis di tingkat perusahaan portofolio. Pengalaman Erika telah membawanya untuk dipilih oleh majalah SWA sebagai salah satu Future Business Leader Indonesia pada tahun 2016.

Michelle Surjaputra

Sumber https://id.pinterest.com/pin/207024914091702012/

Michelle Surjaputra adalah entrepreneur wanita yang lulus dari New York University – Leonard N. Stern Business School pada tahun 2011. Ia kembali ke Indonesia setelah menghabiskan 16 tahun tinggal di Amerika Serikat. Sebelum memulai bisnisnya sendiri, Michelle bekerja di bidang marketing PR untuk Bank Indonesia.

Artikel Lainnya: Gen Z is rewriting the Indonesian consumer sector story

Michelle melihat peluang besar dalam sektor F&B di Indonesia dan mendirikan makanan PT Michelindo International pada usia 22 tahun. Ia menyadari bahwa orang Indonesia gemar memakan nasi dan ayam goreng; ditambah dengan adanya tren K-Pop yang terjadi pada masa tersebut, Michelle kemudian dengan gigih berusaha dan berhasil mendapatkan Master Franchise untuk BonChon, merek ayam goreng cepat saji ala Korea, ke Indonesia pada tahun 2012. Menyadari bahwa Indonesia memiliki pasar Muslim yang besar dan betapa sulitnya mendapatkan sertifikat halal untuk BonChon, ia kemudian mengubah merek BonChon menjadi Chick ‘n Roll, dan kini telah memiliki 11 gerai yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.