Seed Funding dan Cara Mendapatkan Investor untuk Perusahaan Startup

Sep 25, 2020

Dalam sebuah bisnis, investasi merupakan salah satu strategi untuk membuat bisnis tersebut semakin maju dan berkembang. Investasi bisa didapat sejak bisnis belum memperoleh keuntungan. Jadi, tidak hanya bisnis yang sudah mapan yang bisa memperoleh investasi.

Bagi para calon pebisnis yang ingin menjajal dunia startup, ada beberapa hal yang perlu dipahami, salah satunya adalah perihal pendanaan. Hal ini mencakup cara mendapatkan investasi, kriteria investor, dan berbagai macam pendanaan.

Perkembangan startup di Indonesia

seed startup funding indonesia

Secara sederhana, bisnis startup bisa diartikan sebagai bisnis yang baru berkembang. Biasanya sebuah startup didirikan oleh satu atau lebih pengusaha untuk mengembangkan produk atau layanan tertentu. Saat ini, bisnis startup identik dengan teknologi dan internet. Hal ini bisa dilihat dari bisnis-bisnis startup yang tengah berkembang saat ini.

Startup adalah perusahaan bisnis baru berusia kurang dari 3 tahun dengan modal atau pendanaan tidak lebih dari USD $100.000 per tahun. Startup yang fitur utamanya didukung dengan layanan digital serta butuh banyak pendanaan untuk bisa berkembang.

Di Indonesia, bisnis startup berkembang dengan pesat. Menurut Daily Social, saat ini terdapat sekitar 1500 startup lokal di Indonesia. Setiap tahunnya bermunculan para pendiri startup baru yang siap melebarkan sayap bisnis.

Potensi berkembangnya teknologi dan meningkatnya penggunaan internet di Indonesia akan semakin menaikkan bisnis startup dari tahun ke tahun. Bisnis startup berbentuk aplikasi edukasi, games, hingga perdagangan atau e-commerce pun berkembang cepat di Indonesia.

Baca juga: Venture Capital Paling Aktif di Indonesia, Singapura, Asia, dan Asia Tenggara

Pendanaan untuk startup

seed startup funding

Bagi startup, pendanaan biasanya terdiri dari seed funding, seri A, seri B, seri C, dan Initial Public Offering (IPO). Berikut adalah tahapan pendanaan di Indonesia untuk startup:

  1. Seed Funding 

Seed funding atau pendanaan awal adalah pendanaan tahap awal yang berbasis ekuitas. Di mana seorang investor melakukan investasi ke dalam modal sebuah perusahaan pada tahap awal dalam bentuk ekuitas saham. Tujuan dari pendanaan awal ini adalah menemukan potensi produk dan mengidentifikasi calon pengguna yang sesuai dengan rencana produk.

Pendanaan awal untuk startup tidak terlalu sulit untuk didapatkan karena ada banyak investor, baik investor asing maupun lokal, yang selalu mencari kesempatan untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan startup yang sedang berkembang. Mengingat saat ini sudah banyak startup Indonesia yang meraup kesuksesan besar, maka akses ke investor pun menjadi lebih mudah.

Salah satu investor yang giat dalam melakukan seed funding pada startup di Indonesia adalah Alpha JWC Ventures. Alpha JWC Ventures adalah perusahaan modal ventura yang fokus berinvestasi pada beberapa startup berbasis teknologi di Indonesia. Sampai saat ini ada 36 perusahaan startup yang tergabung dalam grup Alpha JWC Ventures dengan total nilai aset mencapai US $ 193 juta.

  1. Pendanaan Seri A

Pada tahap ini, penting untuk memiliki rencana pengembangan model bisnis yang akan menghasilkan keuntungan jangka panjang. Seringkali, para pemilik perusahaan memiliki ide-ide hebat yang menarik perhatian banyak customer, tetapi perusahaan kerap kali tidak tahu bagaimana mereka akan memonetisasi bisnisnya.

Dalam pendanaan Seri A, investor tidak hanya mencari ide-ide bisnis yang bagus saja, tetapi mereka juga mencari perusahaan dengan strategi bisnis yang kuat agar bisa bersaing dan meraup untung. Perusahaan yang memperoleh pendanaan Seri A biasanya mendapatkan hingga USD $ 15 juta.

  1. Pendanaan Seri B

Pada tahap Serie B, startup akan berusia 2-4 tahun. Keuangan perusahaan akan diaudit oleh auditor publik sebelum dana masuk oleh investor. Biasanya investor akan menempatkan seorang Chief Financial Officer (CFO) atau Direktur Keuangan eksternal untuk memonitor kesehatan cashflow startup.

  1. Pendanaan Seri C

Tahap ini menunjukkan bahwa perusahaan telah dewasa atau matang. Dalam Seri C, investor menyuntikkan modal ke dalam sebuah perusahaan dengan upaya untuk menerima lebih dari dua kali lipat jumlah yang telah diinvestasikan. Pendanaan Seri C difokuskan pada perusahaan yang dapat tumbuh lebih cepat dan mampu meningkatkan skala bisnisnya.

  1. IPO (Initial Public Offering)

IPO adalah proses di mana perusahaan menawarkan sahamnya kepada masyarakat untuk pertama kali. IPO adalah langkah besar bagi perusahaan dengan memberikan akses untuk bisa mengumpulkan lebih banyak keuntungan. Biasanya, tahap pertumbuhan ini akan terjadi ketika valuasi nilai perusahaan mencapai  USD $ 1 miliar, atau disebut juga sebagai unicorn.

Baca juga: Pendanaan Seri A dan Manfaatnya Bagi Perusahaan Startup

Cara Mendapatkan Seed Funding

seed funding indonesia

Pendanaan awal untuk startup bisa dengan didapatkan melalui rekan dekat yaitu dengan mengajak kerabat, keluarga, angel investors, atau crowdfunding sebagai investor awal. Modal yang ditanam sebagai investasi tidak harus dalam bentuk dana tetapi bisa juga dalam bentuk aset yang akan ditentukan nilainya.

Untuk memasuki tahap seed funding, ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh perusahaan, yakni investment pitch deck, riset pasar, dan legalitas perusahaan.

1. Investment pitch deck

Founder perusahaan harus mempersiapkan ide, tim, pasar, dan budget. Setelah membuat konsep yang matang, founder akan merangkumnya dalam presentasi yang disebut investment pitch deck. Investment pitch deck ini bertujuan untuk memberi penjelasan singkat perusahaan dan tujuannya agar mendapatkan pendanaan dari investor.

Pada umumnya hal yang perlu dicantumkan dalam membuat investment pitch deck adalah:

  • Masalah

Founder menjelaskan masalah yang ingin dipecahkan oleh startup yang dibuatnya. Para investor harus merasa yakin bahwa masalah tersebut penting dan solusi yang ditawarkan oleh perusahaan pun efektif.

  • Solusi

Setelah menjelaskan masalah yang ingin dipecahkan, hadirkan solusi yang akan diberikan oleh peruahaan. Hal ini adalah salah satu yang terpenting karena memengaruhi investor untuk berinvestasi.

  • Pasar

Pasar merupakan hal yang penting sehingga para investor bisa menentukan strategi exit masing-masing. Investor akan memilih startup yang memiliki pasar bergerak di area yang luas dibandingkan pasar di area yang kecil.

Baca juga: 8 Venture Capital Terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara

  • Traction

Traction adalah penjelasan tentang pertumbuhan bisnis dari bulan ke bulan. Jika startup yang dibangun masih di tahap awal, maka tidak wajib mencantumkan traction di pitch deck.

  • Tim

Tim juga merupakan hal paling penting yang dimasukkan dalam pitch deck. Dalam dunia bisnis, kemajuan sebuah perusahaan bergantung pada eksekusi dibandingkan dengan ide.

  • Kompetitor

Poin ini menjelaskan kepada investor mengenai perbedaan antara startup yang dirintis dengan kompetitor lain. Para investor akan senang sejak founder mengetahui seluk-beluk perusahaan kompetitor.

  • Finansial

Poin finansial akan menjelaskan proyeksi bisnis selama beberapa tahun ke depan. Para investor ingin mengatahui tujuan dari startup yang tengah dirintis. Selain itu, poin ini juga akan menjelaskan jumlah dana yang dibutuhkan untuk mencapai proyeksi tersebut.

2. Riset pasar

Untuk riset pasar, perlu diketahui identifikasi produk yang ditawarkan startup sehingga bisa memilih investor yang perseorangan atau institusional. Selain itu, memetakan orientasi pasar dan target demografis juga sangat dibutuhkan.

Perusahaan startup juga harus mengetahui kompetitor perusahaan, nilai tambah perusahaannya dibanding perusahaan lain, target pasar, dan bagaimana prediksi perusahaan di beberapa tahun yang akan datang.

3. Legalitas Perusahaan

Untuk aspek legal, hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah apakah izin sudah lengkap dan sesuai, apakah ada persoalan legal atau finansial yang menantang reputasi perusahaan, dan lain-lain.

Baca juga: Kedai Kopi Terkemuka di Indonesia

Setelah investor mendanai, biasanya mereka akan melihat perkembangan produk perusahaan setelah mendapatkan investasi. Pada tahap ini, produk dan perusahaan akan mendapatkan sorotan dari masyarakat dan media.

Dengan demikian, reputasi perusahaan serta kualitas produk harus tetap dijaga, meski telah memperoleh investor. Pasalnya, publik dan konsumen yang akan menilai produk dan perusahaan sehingga sangat menentukan keberlangsungan bisnis.