10 Contoh Perusahaan Fintech Populer di Indonesia

Aug 29, 2023
perusahaan fintech indonesia

Apa saja contoh startup fintech di Indonesia yang populer dan bertumbuh dengan pesat? Berikut daftar perusahaannya.

Saat ini, teknologi tanpa batas terus berkembang dan mengalami kenaikan yang signifikan. Perkembangan teknologi yang cepat mengharuskan setiap individu untuk bekerja keras dan terus berinovasi guna menciptakan sesuatu yang berkualitas dan lebih mudah digunakan.

Salah satu bisnis online yang sudah berkembang di masyarakat yaitu e-commerce atau toko online. Bisnis ini memberikan fasilitas bagi mereka untuk memasarkan produknya dan memberikan kemudahan bagi pihak penjual maupun pembeli. Selain e-commerce, fintech atau financial technology adalah industri baru yang kini juga telah berkembang.

Pada artikel ini, kami akan membahas apa itu perusahaan fintech dan berbagai contoh perusahaan fintech di Indonesia.

Baca Juga: Metode Lean Startup: Prinsip dan Tujuannya untuk Bisnis

Pengertian FinTech (Financial Technology)

FinTech adalah sebuah industri yang menggabungkan bidang keuangan dan juga teknologi. Tujuan dan manfaat perusahaan fintech adalah untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan, melakukan transaki keuangan, dan meningkatkan pemahaman mengenai literasi dalam bidangn keuangan.

Perusahaan FinTech Indonesia memiliki banyak jenis. Jenis perusahaan FinTech di Indonesia umumnya didominasi oleh perusahaan startup, seperti pembayaran, investasi ritel, leading atau peminjaman, perencanaan keuangan, crowfunding, remitansi, dan riset keuangan.

Sejauh ini, kehadiran perusahaan FinTech mampu membuat perusahaan startup lebih berkembang dengan baik. Perkembangan bisnis perusahaan tersebut juga cenderung lebih cepat dan konsisten. Hal ini tentu semakin menunjukan bahwa Indonesia juga dapat berkompetensi di bidang ini. Melihat peluang yang cukup baik ini membuat perusahaan FinTech terus berkembang dari waktu ke waktu.

fintech populer di indonesia

Perusahaan Fintech Populer di Indonesia

Baca Juga: Berbagai Posisi Penting dalam Struktur Organisasi Startup

Contoh Perusahaan Fintech di Indonesia

Saat ini, perusahaan FinTech Indonesia mengalami pertumbuhan  yang sangat pesat. Hanya dalam beberapa tahun saja peusahaan FinTech yang ada di Indonesia sudah sangat banyak. Oleh karena itu, pihak IDC financial highlights terus melakukan pengamatan untuk menilai kualitas perusahaan-perusahaan FinTech di Indonesia. Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan yaitu pasar yang dituju, investasi yang diperoleh, adopsi pengguna, pemasaran, dan peluang mereka untuk bertahan.

Berikut ini adalah perusahaan-perusahaan FinTech Indonesia yang paling populer dan mengalami pertumbuhan cepat menurut IDC financial highlights. Perusahaan-perusahaan ini juga sudah terdaftar di Otorisasi Jasa Keuangan (OJK), sehingga kredibilitas dari perusahaan tidak perlu diragukan lagi.

1. Ajaib

Contoh perusahaan fintech Indonesia yang pertama adalah Modalku, platform peer-to-peer lending yang memungkinkan para pemilik (UKM) mampu mengajukan pinjaman sebesar 50 juta hingga 500 juta rupiah dalam kurun waktu tiga sampai dua belas bulan. Apabila permohonan peminjaman tersebut di ACC, maka pengajuan tersebut akan ditampilkan di situs Modalku. Hal ini bertujuan agar para calon pemberi pinjaman atau investor dapat melihat kebutuhan para pelaku UKM.

Apabila jumlah pinjaman yang diharapkan oleh pemilik UKM berhasil terpenuhi dalam rentang waktu yang sudah ditetapkan, maka pihak Modalku akan segera melakukan pencairan dana. Sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati di awal, pihak Modalku akan menarik komisi sebesar 3 persen dari peminjam dan 3 hingga 4 persen dari pihak investor. Situs Modalku mulai diluncurkan pada bulan Januari 2016 dan telah  menerima pendanaan Seri B di 2018 senilai 25 juta dolar.

2. Kredivo

Kredivo adalah contoh fintech di Indonesia dengan konsep pinjaman tanpa kartu kredit dengan proses pendaftaran serta pencairan dana yang cepat. Startup pinjaman online ini menawarkan kemudahan dalam berbelanja tanpa kartu kredit di beberapa situs e-commerce dan gerai populer seperti gerai gadget dan elektronik, fashion, perlengkapan rumah hingga gerai yang menawarkan jasa. Kredivo juga menawarkan kemudahan dalam pinjaman tunai dengan bunga terendah dibandingkan perusahaan sejenis.

Pada tanggal 25 Juli 2018, Kredivo mengumumkan bahwa mereka telah mendapat pendanaan Seri B dengan nilai US$30 juta (sekitar Rp435 miliar). Investor startup yang turut berpartisipasi dalam pendanaan ini antara lain Alpha JWC Ventures, Jungle Ventures, Openspace Ventures, GMO Venture Partners, dan 500 Startups.

3. Modalku

Contoh perusahaan fintech Indonesia berikutnya adalah Modalku, platform peer-to-peer lending yang memungkinkan para pemilik (UKM) mampu mengajukan pinjaman sebesar 50 juta hingga 500 juta rupiah dalam kurun waktu tiga sampai dua belas bulan. Apabila permohonan peminjaman tersebut di ACC, maka pengajuan tersebut akan ditampilkan di situs Modalku. Hal ini bertujuan agar para calon pemberi pinjaman atau investor dapat melihat kebutuhan para pelaku UKM.

Apabila jumlah pinjaman yang diharapkan oleh pemilik UKM berhasil terpenuhi dalam rentang waktu yang sudah ditetapkan, maka pihak Modalku akan segera melakukan pencairan dana. Sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati di awal, pihak Modalku akan menarik komisi sebesar 3 persen dari peminjam dan 3 hingga 4 persen dari pihak investor. Situs Modalku mulai diluncurkan pada bulan Januari 2016 dan telah  menerima pendanaan Seri B di 2018 senilai US$25 juta.

Baca Juga : Apa Itu Venture Capital? Ini Pengertian dan Jenisnya

4. OnlinePajak

OnlinePajak adalah contoh financial technology atau fintech berbentuk aplikasi yang memudahkan pebisnis dalam melakukan transaksi, mengelola payroll, hingga melakukan kewajiban pajak seperti hitung, setor, dan lapor pajak perusahaan.

Contoh fintech Indonesia yang berdiri pada tahun 2014 ini telah masuk ke dalam daftar startup unicorn. Dilansir dari Bisnis.com, valuasi starup OnlinePajak mencapai US$1,7 miliar atau sekitar Rp24,75 triliun pada Juli 2021.

5. OVO

Contoh fintech di Indonesia berikutnya adalah OVO, yang bisa dikatakan menjadi kompetitor kuat bagi GO-PAY. Bagaimana tidak, saat ini banyak “perang cashback” antara OVO dan GO-PAY di beberapa merchant di Indonesia. OVO sama halnya seperti GO-PAY adalah aplikasi dompet digital yang memudahkan penggunanya melakukan transaksi secara non-tunai. Dengan promo yang memikat pelanggan, salah satu perusahaan fintech terbesar di Indonesia ini juga bekerjasama dengan banyak merchant bahkan sudah bekerja sama dengan lebih dari 200.000 UKM yang tersebar di Indonesia.

OVO berada di bawah LIPPO GROUP dengan Albert Lucius sebagai Chief Product Officernya. Albert Lucius mengatakan, selain untuk pembayaran nontunai, cakupan layanan OVO juga telah diperluas meliputi  Paylater (untuk transaksi di Tokopedia) dan pinjaman modal usaha dan semua layanan ini telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga: Manfaat Modal Ventura dalam Mengembangkan Startup

6. GO-PAY

Untuk mendukung berbagai layanan yang dimiliki oleh aplikasi on demand GO-JEK, pihak GO-JEK akhirnya membuat sebuah layanan bernama GO-PAY untuk mendukung layanan pembayaran nontunai. Awalnya, GO-PAY sendiri memilki nama GO-JEK credit dan baru berubah nama setelah satu tahun kemudian. Saat ini, GO-PAY juga telah mengakuisisi PonselPay yang merupakan sebuah perusahaan pemilik lisensi e-money untuk mendukung operasionalnya.

Saat ini mayoritas pengguna GO-JEK sudah memanfaatkan layanan ini dikarenakan pelanggan banyak dimanjakan dengan berbagai diskon dan hadiah yang cukup menggiurkan dan dapat ditukar dengan poin yang diperolah. Tak hanya itu, saat ini GO-PAY tidak hanya dapat digunakan sebagai alat transaksi dalam aplikasi GO-JEK saja, melainkan juga sudah dilengkapi dengan beberapa fitur seperti transfer saldo, penarikan tunai, dan juga untuk bertransaksi di berbagai merchant dalam waktu dekat ini.

7. DANA

Contoh perusahaan fintech berikutnya adalah Dana. Perusahaan ini merupakan layanan keuangan digital yang berbasis di Jakarta, Indonesia, dan didirikan sejak tahun 2018.

DANA telah terdaftar di Bank Indonesia dengan memiliki empat lisensi, di antaranya sebagai uang elektronik, dompet digital, dan Likuiditas Keuangan Digital (LKD), dan untuk kirim uang.

Baca Juga : Manajemen Krisis Perusahaan, Pentingkah untuk Startup?

8. Spenmo

Spenmo adalah software manajemen biaya yang membantu dalam mengelola keuangan. Produk dari perusahaan fintech yang satu ini menggabungkan fitur dasbor dengan bermacam mata uang, kartu korporat, pembayaran tagihan otomatis, pembayaran payroll gratis, hingga klaim pengeluaran karyawan.

9. Pace

Startup fintech Pace berasal dari Singapura. Perusahaan ini menyediakan platform pembayaran online yang memungkinkan pengguna membayar pembelian mereka dalam tiga kali cicilan tanpa bunga.

10. Whiz

Whiz merupakan contoh financial technology berupa gabungan dari celengan, alat pencatatan keuangan, dan dompet digital yang memudahkan edukasi keuangan melalui kegiatan sehari-hari. Startup fintech Indonesia ini menargetkan literasi keuangan di tingkat keluarga.

Demikian beberapa penjelasan dan contoh perusahaan FinTech Indonesia yang cukup populer. Tetap hati-hatilah dalam memilih perusahaan FinTech yang akan Anda gunakan karena saat ini banyak sekali perusahaan FinTech yang tidak jelas keberadaannya. Usahakan untuk memilih perusahaan FinTech yang sudah terdaftar di Otorisasi Jasa Keuangan (OJK).

 

*

ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) akan menyelenggarakan sideline events dari ASEAN Business and Investment Summit atau ABIS 2023. Acara ini bertujuan untuk memberdayakan dan menginspirasi komunitas bisnis di ASEAN yang dibungkus dalam semangat Centrality, Innovation, dan Inclusivity.

Pada acara ini pula, terdapat berbagai kesempatan unik untuk berinteraksi dengan para pemimpin visioner yang mampu membentuk masa depan ASEAN dan dunia.

Silakan kunjungi laman kami untuk detail dan pendaftaran ABIS 2023.