Fintech Indonesia : 8 Perusahaan Fintech Paling Populer

Saat ini, teknologi tanpa batas terus berkembang dan mengalami kenaikan yang signifikan. Perkembangan teknologi yang cepat mengharuskan setiap individu untuk bekerja keras dan terus berinovasi guna menciptakan sesuatu yang berkualitas dan lebih mudah digunakan. Salah satu bisnis online yang sudah berkembang di masyarakat yaitu e-commerce atau toko online. Bisnis ini memberikan fasilitas bagi mereka untuk memasarkan produknya dan memberikan kemudahan bagi pihak penjual maupun pembeli. Selain e-commerce, pelaku teknologi juga dikejutkan oleh munculnya sebuah industri baru yang disebut financial technology atau yang biasa disingkat FinTech.

Pengertian, Jenis, dan Manfaat FinTech

FinTech merupakan sebuah industri yang menggabungkan bidang keuangan dan juga teknologi. Tujuan perusahaan ini yaitu untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan, melakukan transaki keuangan, dan meningkatkan pemahaman mengenai literasi dalam bidangn keuangan.

Perusahaan FinTech Indonesia memiliki banyak jenis. Jenis perusahaan FinTech di Indonesia umumnya didominasi oleh perusahaan startup, seperti pembayaran, investasi ritel, leading atau peminjaman, perencanaan keuangan, crowfunding, remitansi, dan riset keuangan.

Sejauh ini, kehadiran perusahaan FinTech mampu membuat perusahaan startup lebih berkembang dengan baik. Perkembangan bisnis perusahaan tersebut juga cenderung lebih cepat dan konsisten. Hal ini tentu semakin menunjukan bahwa Indonesia juga dapat berkompetensi di bidang ini. Melihat peluang yang cukup baik ini membuat perusahaan FinTech terus berkembang dari waktu ke waktu.

fintech populer di indonesia

Perusahaan Fintech Paling Populer di Indonesia

Saat ini, perusahaan FinTech Indonesia mengalami pertumbuhan  yang sangat pesat. Hanya dalam beberapa tahun saja peusahaan FinTech yang ada di Indonesia sudah sangat banyak. Oleh karena itu, pihak IDC financial highlights terus melakukan pengamatan untuk menilai kualitas perusahaan-perusahaan FinTech di Indonesia. Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan yaitu pasar yang dituju, investasi yang diperoleh, adopsi pengguna, pemasaran, dan peluang mereka untuk bertahan.

Berikut ini adalah perusahaan-perusahaan FinTech Indonesia yang paling populer dan mengalami pertumbuhan cepat menurut IDC financial highlights. Perusahaan-perusahaan ini juga sudah terdaftar di Otorisasi Jasa Keuangan (OJK), sehingga kredibilitas dari perusahaan tidak perlu diragukan lagi.

  1. Modalku

Modalku merupakan salah satu Fintech Indonesia platform peer-to-pee lending yang memungkinkan para pemilik (UKM) mampu mengajukan pinjaman sebesar 50 juta hingga 500 juta rupiah dalam kurun waktu tiga sampai dua belas bulan. Apabila permohonan peminjaman tersebut di ACC, maka pengajuan tersebut akan ditampilkan di situs Modalku. Hal ini bertujuan agar para calon pemberi pinjaman atau investor dapat melihat kebutuhan para pelaku UKM.

Apabila jumlah pinjaman yang diharapkan oleh pemilik UKM berhasil terpenuhi dalam rentang waktu yang sudah ditetapkan, maka pihak Modalku akan segera melakukan pencairan dana. Sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati di awal, pihak Modalku akan menarik komisi sebesar 3 persen dari peminjam dan 3 hingga 4 persen dari pihak investor. Situs Modalku mulai diluncurkan pada bulan Januari 2016 dan telah  menerima pendanaan Seri B di 2018 senilai 25 juta dolar.

  1. Uang Teman

Uang Teman merupakan salah situs yang menyediakan layanan pinjaman mulai dari 1 sampai 3 juta. Waktu pengembalian pinjaman ini yaitu tiga puluh hari dan tanpa adanya agunan. Saat ini, layanan Uang Teman telah hadir melalui berbagai platform seperti web, aplikasi iOS, dan Android. Layanan ini juga telah hadir di berbagai kota, mulai dari Jabodetabek, Solo, Yogyakarta, Magelang, Bandung, Klaten, Surabaya, Bali, Semarang, dan Makassar.

Situs ini didirikan oleh Aidil Zulkifli dan berhasil memperoleh pendanaan Seri A pada Agustus 2017 sebesar US$12 juta  atau sekitar 160 miliar rupiah. Pendanaan ini dipimpin oleh Enspire VC, K2 Venture Capital, Alpha JWC Ventures, dan Draper Associates.

Baca Juga : Memahami Jenis-Jenis Lending Model di Perusahaan Fintech Indonesia

  1. Kredivo

Kredivo adalah sebuah startup dengan konsep pinjaman tanpa kartu kredit dengan proses pendaftaran serta pencairan dana yang cepat. Startup pinjaman online ini menawarkan kemudahan dalam berbelanja tanpa kartu kredit di beberapa situs e-commerce dan gerai populer seperti gerai gadget dan elektronik, fashion, perlengkapan rumah hingga gerai yang menawarkan jasa. Kredivo juga menawarkan kemudahan dalam pinjaman tunai dengan bunga terendah dibandingkan perusahaan sejenis.

Pada tanggal 25 Juli 2018, Kredivo mengumumkan bahwa mereka telah mendapat pendanaan Seri B dengan nilai US$30 juta(sekitar Rp435 miliar). Investor yang turut berpartisipasi dalam pendanaan ini antara lain Alpha JWC Ventures, Jungle Ventures, Openspace Ventures, GMO Venture Partners, dan 500 Startups.

  1. GO-PAY

Untuk mendukung berbagai layanan yang dimiliki oleh aplikasi on demand GO-JEK, pihak GO-JEK akhirnya membuat sebuah layanan bernama GO-PAY untuk mendukung layanan pembayaran nontunai. Awalnya, GO-PAY sendiri memilki nama GO-JEK credit dan baru berubah nama setelah satu tahun kemudian. Saat ini, GO-PAY juga telah mengakuisisi PonselPay yang merupakan sebuah perusahaan pemilik lisensi e-money untuk mendukung operasionalnya.

Saat ini mayoritas pengguna GO-JEK sudah memanfaatkan layanan ini dikarenakan pelanggan banyak dimanjakan dengan berbagai diskon dan hadiah yang cukup menggiurkan dan dapat ditukar dengan poin yang diperolah. Tak hanya itu, saat ini GO-PAY tidak hanya dapat digunakan sebagai alat transaksi dalam aplikasi GO-JEK saja, melainkan juga sudah dilengkapi dengan beberapa fitur seperti transfer saldo, penarikan tunai, dan juga untuk bertransaksi di berbagai merchant dalam waktu dekat ini.

  1. OVO

OVO bisa dikatakan menjadi kompetitor kuat bagi GO-PAY. Bagaimana tidak, saat ini banyak “perang cashback” antara OVO dan GO-PAY di beberapa merchant di Indonesia. OVO sama halnya seperti GO-PAY adalah aplikasi dompet digital yang memudahkan penggunanya melakukan transaksi secara non-tunai. Dengan promo yang memikat pelanggan, OVO juga bekerjasama dengan banyak merchant bahkan sudah bekerja sama dengan lebih dari 200.000 UKM yang tersebar di Indonesia.

OVO berada di bawah LIPPO GROUP dengan Albert Lucius sebagai Chief Product Officernya. Albert Lucius mengatakan, selain untuk pembayaran nontunai, cakupan layanan OVO juga telah diperluas meliputi  Paylater (untuk transaksi di Tokopedia) dan pinjaman modal usaha dan semua layanan ini telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

  1. TaniFund

Inovasi fintech di indonesia tidak hanya sampai layanan pinjaman dana untuk usaha atau bisnis saja. Berbeda dengan perusahaan fintech lainnya, TaniFund hadir sebagai terobosan di dunia pertanian dengan memberikan solusi bagi para petani, peternak dan nelayan di Indonesia untuk mendapatkan akses keuangan dalam rangka mengembangkan usaha mereka di sektor pertanian, perikanan dan  peternakan. Tanifund ini terintegrasi dengan TaniHub yang merupakan ecommerce pertanian digital yang siap menyalurkan hasil panen ke ratusan pembeli yang tersebar mulai dari pasar tradisional, restoran, katering dan masih banyak lagi. Bisa dikatakan TaniFund adalah perusahaan yang memberikan layanan pinjaman khusus untuk petani, peternak dan nelayan di Indonesia.

  1. Ajaib

Saat ini banyak produk fintech yang menjadikan generasi milenial sebagai targetnya, tak terkecuali Ajaib yang merupakan aplikasi yang memudahkan generasi milenial untuk berinvestasi secara online, sehingga investasi bisa dilakukan secara mudah dan cepat. Ajaib membantu memudahkan para investor pemula terutama anak muda yang masih awam untuk berinvestasi di pasar modal (reksadana) dengan menawarkan kemudahan berinvestasi mulai dari Rp. 10.000 saja. Ajaib telah bermitra dengan beberapa manajer investasi kenamaan seperti Syailendra, Prospera, Ciptadana, dan masih banyak lagi.

Ajaib didirikan oleh founder dari 3 negara, yaitu Anderson Sumarli, Yada Piyajomkwan, dan Kevin Lee. Menurut Co-Founder Ajaib Anderson Sumarli, Ajaib telah mengumpulkan dana investasi sebesar puluhan miliar rupiah dari para pengguna. Saat ini, mereka telah mendapat dana segar dari Y Combinator sebesar US$120 ribu (sekitar Rp1,7 miliar).

  1. TCash

Pada tahun 2010 perusahaan Telkomsel mengeluarkan sebuah layanan yang diberi nama TCash. Tcash memberikan layanan dalam hal pembayaran dan dompet digital sehingga memudahkan dalam bertransaksi. Untuk melakukan transaksi dengan menggunakan TCash, Anda dapat melakukannya dengan menggunakan beberapa metode. Metode-metode tersebut diantaranya dengan mendekatkan perangkat NFC dan melakukan scan QR Code. Metode NFC sendiri baru dikembangkan pada tahun 2014.

Tcash tidak hanya memberikan kemudahan dalam membeli pulsa saja, melainkan juga dapat digunakan untuk berbelanja, membayar tagihan, mengirim uang, dan membayar merchant. Saat ini, sudah banyak sekali merchant yang ikut serta melakukan transaksi melalui Tcash, seperti Belanja.com, Gramedia, Cinema XXI, McDonald’s dan masih banyak lagi. Bagi pengguna Tcash tidak perlu ragu lagi dengan legalitasnya, karena Tcash sudah memperoleh izin dari Bank Indonesia

Demikian beberapa penjelasan mengenai perusahaan FinTech Indonesia yang cukup populer. Tetap hati-hatilah dalam memilih perusahaan FinTech yang akan Anda gunakan karena saat ini banyak sekali perusahaan FinTech yang tidak jelas keberadaannya. Usahakan untuk memilih perusahaan FinTech yang sudah terdaftar di Otorisasi Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga : Tips Perusahaan Fintech Mendapatkan Dana Investor