6 Tips Agar Fintech Indonesia Mendapatkan Suntikan Dana Segar dari Investor

Bisnis yang berhubungan dengan fintech atau financial technology ini semakin kuat dan juga menjamur. Melihat hal tersebut membuat Perusahaan Modal Ventura atau yang biasa disebut dengan venture capital ini menjadi sumber dana yang dominan bagi perusahaan tersebut. Memang tidak bisa dielakkan pertumbuhan industri fintech dari tahun ke tahun menunjukkan angka yang positif bahkan agresif. Bahkan penyaluran pinjaman oleh startup fintech tersebut sudah bisa mencapai 3 triliun rupiah. Untuk pembiayaan dana ventura yang terjadi di dalam negeri sendiri sudah mencapai 7,14 triliun atau naik menjadi 5% dari tahun ke tahun.

Tips Agar Bisnis Fintech Indonesia Mendapatkan Suntikan Dana Investor

Untuk bisa mencari suntikan dana segar, perusahaan fintech tersebut harus memenuhi beberapa tips. Pasalnya tidak semua startup tersebut akan di danai oleh investor. Investor seperti venture capital pun akan menyeleksi siapa saja yang akan mendapatkan modal pendanaan. Meski begitu pebisnis tidak perlu khawatir karena ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar fintech yang dijalankannya bisa mendapatkan suntikan dana segar dari investor. Berikut ini beberapa tips agar fintech Indonesia mendapatkan suntikan dana segar dengan mudah:

  1. Ide

Tips yang pertama tentu saja adalah ide. Ide ini menjadi poin penting bagi investor sebelum mereka mengalokasikan dananya ke sebuah perusahaan fintech. Ide memang sangat mahal karena banyak startup yang hanya bermula dari ide ini mampu mencapai kesuksesan dan juga mendapatkan keuntungan yang besar. Investor seperti Perusahaan Modal Ventura akan melihat apakah ide bisnis dari fintech tersebut menarik dan memiliki market yang besar atau tidak dikarenakan mereka akan selalu berhati-hati saat memberikan investasi terutama yang berisiko tinggi seperti tanam saham ini. Jika ide bisnisnya menarik dan ke depannya memiliki potensi market yang besar maka venture capital bisa memberikan modalnya kepada perusahaan fintech tersebut dengan mudah.

  1. Model Bisnis

Model bisnis harus jelas. Fintech di Indonesia yang ingin mendapatkan suntikan dana ini harus memiliki model bisnis yang jelas. Selain ide, model bisnis ini menjadi perhatian yang sangat krusial bagi seorang investor. Investor tidak akan mau memberikan suntikan dana jika model bisnis yang dijalankan fintech kurang mendetail sejak awal.

  1. Passion

Passion ini akan dilihat dari pendiri startup itu sendiri. Semakin passionate si pendiri maka investor akan semakin tertarik untuk menginvestasikan dananya ke perusahaan tersebut. Selain itu pendiri fintech di Indonesia juga harus menguasai dan juga menjiwai bisnis yang didirikannya. Alasannya adalah tidak mudah untuk mendirikan dan menjalankan startup ini sehingga tidak jarang bisa menimbulkan frustrasi jika tidak passionate. Rasa frustrasi berkepanjangan akan membuat pendiri tersebut mudah putus asa yang mana bisa membawa dampak buruk pada perusahaan yang didirikannya tersebut.

  1. Tim yang Solid

Investor akan melihat seberapa solid tim yang dimiliki oleh startup tersebut. Semakin solid suatu tim yang dimiliki oleh perusahaan fintech tersebut maka semakin bagus untuk perkembangan startup tersebut ke depannya.  Selain melihat tim yang solid ada lagi yang akan dilihat oleh investor yaitu bagaimana tim menjalankan semua rencana bisnis yang telah dibuat sebelumnya. Tim yang solid dan kompak dalam bekerja sama tentu lebih bisa meraih semua rencana yang telah ditentukan tersebut dengan mudah.

  1. Masa Operasi

Ada beberapa investor yang mewajibkan fintech yang akan mendapatkan suntikan dana segar ini harus melalui masa operasi tertentu, tujuannya untuk melihat apakah performa fintech tersebut cukup bagus atau tidak. Oleh sebab itu fintech yang baru berdiri beberapa bulan saja harus lebih bersabar lagi agar bisa mendapatkan pembiayaan atau pendanaan ke investor. Jagalah agar performa bisnis yang dijalankan tetap bagus dan stabil yang menjadi modal saat mengajukan pembiayaan.

  1. Struktur Organisasi Yang Ideal

Investor juga akan melihat bagaimana struktur organisasi yang ada pada fintech tersebut. Perusahaan akan bisa berjalan sesuai dengan harapan jika memiliki struktur organisasi yang ideal mulai dari pimpinan atas sampai ke struktur organisasi yang paking bawah. Jika ada ketimpangan dari struktur tersebut investor akan mempertimbangkannya dan tidak bisa langsung diterima.

Risiko Fintech Indonesia yang Tidak Mendapatkan Suntikan Dana Segar

Ada beberapa perusahaan rintisan di Indonesia yang tetap kekeh untuk mengandalkan modal dari dana pribadi, padahal tidak ada yang tahu bagaimana perjalanan bisnis tersebut ke depannya. Jika sedang dalam tahap perkembangan yang bagus, akan sangat rugi sekali jika tidak mencari modal atau suntikan dana dari pihak lain. Dengan memiliki modal yang lebih banyak, perusahaan fintech akan lebih leluasa dalam melakukan operasional dan lebih banyak merangkul masyarakat yang membutuhkan layanannya tersebut. Berbeda saat modal terbatas dimana hanya sedikit masyarakat yang bisa dirangkul untuk diberikan modal dan pinjaman.

Mulailah memikirkan untuk mencari suntikan dana terutama jika semakin banyak klien atau customer yang menginginkan pinjaman modal untuk menjalankan UMKM mereka, maupun bisnis skala kecil menegah yang mereka miliki. Memang khusus UMKM dan bisnis yang belum berskala besar mengandalkan perusahaan fintech untuk suntikan modal karena bank sendiri tidak mau mengambil risiko terutama UMKM ini masih banyak yang belum memenuhi standar untuk peminjaman. Risiko yang harus diwaspadai bagi fintech Indonesia yang memiliki modal atau dana terbatas adalah bisnis fintech menjadi kalah saing dengan fintech lain yang memiliki dana lebih besar. Banyak yang kemudian beralih mencari pinjaman ke fintech yang memiliki dana besar sehingga fintech dengan modal kecil akan kehilangan pelanggan sehingga membuat performanya menjadi menurun. Oleh sebab itu jangan mengabaikan suntikan dana ini. Salah satu solusi untuk bisa mendapatkan suntikan dana bisa mengandalkan dari perusahaan modal ventura ini.

Fintech di Indonesia diperkirakan akan semakin berkembang dengan pesat dan banyak yang menjadi sasaran bagi para investor. Investor memang akan getol menyuntikkan dana ke perusahaan fintech tersebut terutama yang dianggapnya potensial. Semoga beberapa informasi yang telah dijelaskan di atas bisa bermanfaat terutama bagi perusahaan fintech Indonesia yang sedang berusaha mencari suntikan dana dari para investor. Alpha JWC sebagai salah satu perusahaan modal ventura sangat antusias untuk membantu bisnis fintech di Indonesia agar semakin berkembang dan melangkah lebih maju untuk memberikan layanan keuangan berbasis digital bagi kemudahan seluruh masyarakat.

Manfaat Modal Ventura Bagi Pertumbuhan Fintech di Indonesia

Bagi yang ingin mendirikan startup layanan fintech di Indonesia tidak perlu khawatir karena saat ini sudah ada venture capital yang mana bisa memberikan banyak manfaat. Terlebih lagi fintech merupakan layanan atau jasa keuangan berbasis digital sehingga harus memiliki keuangan yang stabil dan cukup untuk mendanai berbagai macam kegiatan perusahaan yang semuanya berhubungan dengan keuangan. Jika tidak memiliki dana atau modal yang cukup tentu perusahaan fintech akan kesulitan mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar. Di sini Perusahaan Modal Ventura akan berfungsi sebagai pemberi dana atau pemberi agar  perusahaan bisa menjalankan operasional menjadi lebih baik.

Skemanya adalah venture capital ini akan membeli sebagian saham yang ada di perusahaan tersebut sehingga mereka akan ikut terlibat dalam manajemen perusahaan. Tidak perlu khawatir dengan keikutsertaan venture capital dalam manajemen, faktanya banyak perusahaan yang kemudian berkembang seperti yang diharapkan berkat bantuan tenaga profesional dari venture capital ini. Manfaat modal atau dana ventura bagi perusahaan fintech di Indonesia lainnya adalah memudahkan bagi perusahaan tersebut untuk menemukan penemuan-penemuan baru dalam bidang keuangan berbasis digital tentunya, selain itu bagi yang sedang mengalami kemunduran usaha juga bisa dibantu oleh venture capital sehingga kebangkrutan akan bisa dihindari dengan baik.

Related : Pengertian dan Manfaat Modal Ventura bagi Startup