Fintech Indonesia : Tips Perusahaan Fintech di Indonesia Mendapat Dana

Bisnis yang berhubungan dengan fintech atau financial technology ini semakin kuat dan juga menjamur. Melihat hal tersebut membuat Perusahaan Modal Ventura atau yang biasa disebut dengan venture capital ini menjadi sumber dana yang dominan bagi perusahaan tersebut. Memang tidak bisa dielakkan pertumbuhan industri fintech dari tahun ke tahun menunjukkan angka yang positif bahkan agresif. Bahkan penyaluran pinjaman oleh startup fintech tersebut sudah bisa mencapai 3 triliun rupiah. Untuk pembiayaan dana ventura yang terjadi di dalam negeri sendiri sudah mencapai 7,14 triliun atau naik menjadi 5% dari tahun ke tahun.

Apa Saja Layanan Fintech di Indonesia?

Layanan pinjaman online mungkin merupakan salah satu layanan fintech di indonesia yang paling dikenal, padahal menurut keterangan dari Bank Indonesia, layanan fintech Indonesia dapat dibagi dalam beberapa jenis, yaitu :

1.      Peer to Peer (P2P) Lending dan Crowdfunding

Adalah suatu platform yang berfungsi sebagai media antara pemberi dana atau investor dan pencari modal atau pinjaman yang biasanya digunakan untuk suatu proyek atau tujuan tertentu. Crowdfunding adalah suatu metode penggalangan dana berbasis patungan melalui metode platform. Contoh platform crowdfunding ini sebut saja kitabisa.com. Sedangkan P2P Lending ini merupakan layanan pinjaman online yang sudah diawasi OJK untuk membantu beberapa UKM atau UMKM yang membutuhkan modal untuk bisnis atau untuk keperluan konsumtif dan keperluan lainnya.

2.      Manajemen Risiko dan Investasi

Singkatnya, platform satu ini berfungsi sebagai cara baru perencanaan keuangan secara digital. Anda dapat dimudahkan dalam urusan investasi. Contoh platform jenis ini antara lain Bareksa dan Investree.

3.      Payment, Clearing, dan Settlement

Saat ini banyak sekali penggunaan e-money, e-wallet atau layanan uang elektronik lainnya untuk mempermudah aktifitas keuangan. Layanan e-money atau e-wallet merupakan layanan fintech indonesia yang cukup popluler di kalangan masyarakat, misalnya Go-Pay, OVO, Dll.

4.      Market Aggregator

Dalam platform ini, fintech berperan sebagai pembanding produk keuangan dengan cara mengumpulkan data finansial sebagai referensi oleh pengguna.

Apa Saja Manfaat Layanan Fintech di Indonesia ?

Beberapa jenis layanan fintech di Indonesia tentunya akan memberikan manfaat secara langsung dan tidak langsung tidak hanya bagi masyarakat sebagai pengguna langsung, tapi juga bermanfaat bagi perusahaan tertentu bahkan bagi negara. Dengan adanya layanan fintech, masyarakat dapat menikmati layanan yang berhubungan dengan keuangan secara lebih cepat, mudah dan juga relatif lebih murah. Bahkan perusahaan juga diuntungkan dengan adanya kehadiran layanan fintech indonesia ini, yakni mereka jadi bisa menyederhanakan proses transaksi sehingga biaya operasional bisa lebih hemat. Sedangkan manfaat untuk negara dengan adanya kehadiran bisnis fintech di indonesia ini adalah perputaran uang dapat lebih cepat sehingga lambat laun dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

layanan fintech

Tips Agar Bisnis Fintech Indonesia Mendapatkan Suntikan Dana Investor

Bagi Anda yang berminat mendirikan bisnis di sektor fintech di Indonesia, tentunya Anda akan membutuhkan sejumlah dana atau modal yang tidak sedikit. Untuk bisa mencari suntikan dana segar, perusahaan fintech tersebut harus memenuhi beberapa tips. Pasalnya tidak semua startup tersebut akan di danai oleh investor. Berikut ini beberapa tips agar fintech Indonesia mendapatkan suntikan dana segar dengan mudah:

Ide

Tips yang pertama tentu saja adalah ide. Ide ini menjadi poin penting bagi investor sebelum mereka mengalokasikan dananya ke sebuah perusahaan fintech. Ide memang sangat mahal karena banyak startup yang hanya bermula dari ide ini mampu mencapai kesuksesan dan juga mendapatkan keuntungan yang besar. Jika ide bisnisnya menarik dan ke depannya memiliki potensi market yang besar maka venture capital bisa memberikan modalnya kepada perusahaan fintech tersebut dengan mudah.

Model Bisnis

Model bisnis harus jelas. Fintech di Indonesia yang ingin mendapatkan suntikan dana ini harus memiliki model bisnis yang jelas. Selain ide, model bisnis ini menjadi perhatian yang sangat krusial bagi seorang investor. Investor tidak akan mau memberikan suntikan dana jika model bisnis yang dijalankan fintech kurang mendetail sejak awal.

Passion

Passion ini akan dilihat dari pendiri startup itu sendiri. Semakin passionate si pendiri maka investor akan semakin tertarik untuk menginvestasikan dananya ke perusahaan tersebut. Selain itu pendiri fintech di Indonesia juga harus menguasai dan juga menjiwai bisnis yang didirikannya. Alasannya adalah tidak mudah untuk mendirikan dan menjalankan startup ini sehingga tidak jarang bisa menimbulkan frustrasi jika tidak passionate. 

Tim yang Solid

Investor akan melihat seberapa solid tim yang dimiliki oleh startup tersebut. Semakin solid suatu tim yang dimiliki oleh perusahaan fintech tersebut maka semakin bagus untuk perkembangan startup tersebut ke depannya.  Tim yang solid dan kompak dalam bekerja sama tentu lebih bisa meraih semua rencana yang telah ditentukan tersebut dengan mudah.

Masa Operasi

Ada beberapa investor yang mewajibkan fintech yang akan mendapatkan suntikan dana segar ini harus melalui masa operasi tertentu, tujuannya untuk melihat apakah performa fintech tersebut cukup bagus atau tidak. Jagalah agar performa bisnis yang dijalankan tetap bagus dan stabil yang menjadi modal saat mengajukan pembiayaan.

Struktur Organisasi Yang Ideal

Investor juga akan melihat bagaimana struktur organisasi yang ada pada fintech tersebut. Perusahaan akan bisa berjalan sesuai dengan harapan jika memiliki struktur organisasi yang ideal mulai dari pimpinan atas sampai ke struktur organisasi yang paking bawah. Jika ada ketimpangan dari struktur tersebut investor akan mempertimbangkannya dan tidak bisa langsung diterima.

Risiko Fintech Indonesia yang Tidak Mendapatkan Suntikan Dana Segar

Ada beberapa perusahaan rintisan fintech yang tetap kekeh untuk mengandalkan modal dari dana pribadi, padahal tidak ada yang tahu bagaimana perjalanan bisnis tersebut ke depannya. Fintech di Indonesia diperkirakan akan semakin berkembang dengan pesat dan banyak yang menjadi sasaran bagi para investor. Investor memang akan getol menyuntikkan dana ke perusahaan fintech tersebut terutama yang dianggapnya potensial. Semoga beberapa informasi yang telah dijelaskan di atas bisa bermanfaat terutama bagi perusahaan fintech Indonesia yang sedang berusaha mencari suntikan dana dari para investor. Alpha JWC sebagai salah satu perusahaan modal ventura sangat antusias untuk membantu bisnis fintech di Indonesia agar semakin berkembang dan melangkah lebih maju untuk memberikan layanan keuangan berbasis digital bagi kemudahan seluruh masyarakat.

Bagi yang ingin mendirikan startup layanan fintech tidak perlu khawatir karena saat ini sudah ada venture capital yang mana bisa memberikan banyak manfaat. Terlebih lagi fintech merupakan layanan atau jasa keuangan berbasis digital sehingga harus memiliki keuangan yang stabil dan cukup untuk mendanai berbagai macam kegiatan perusahaan yang semuanya berhubungan dengan keuangan

Manfaat modal atau dana ventura bagi perusahaan fintech di Indonesia lainnya adalah memudahkan bagi perusahaan tersebut untuk menemukan penemuan-penemuan baru dalam bidang keuangan berbasis digital tentunya, selain itu bagi yang sedang mengalami kemunduran usaha juga bisa dibantu oleh venture capital sehingga kebangkrutan akan bisa dihindari dengan baik.

Related : Understanding Indonesian Fintech Lending Models