7 Cara Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja Perusahaan Startup

Sep 16, 2023
upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja

Di tengah maraknya fenomena layoff karyawan perusahaan startup, satu pertanyaan mengemuka: bagaimana cara meningkatkan tenaga kerjanya? Layoff atau pemutusan hubungan kerja (PHK) kerap kali mengurangi banyak jumlah pegawai di berbagai divisi.

Konsekuensinya, pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan bersamaan oleh banyak orang harus dikerjakan lebih optimal dengan jumlah personel yang lebih sedikit. Terlepas dari persoalan PHK, kualitas tenaga kerja perusahaan startup penting karena menentukan produktivitas perusahaan.

Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi produktivitas tenaga kerja, seperti misalnya tingkat kesulitan pekerjaan, hubungan antar pegawai baik secara pribadi maupun profesional, budaya perusahaan, hingga jumlah sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: Kelebihan Gaya Kepemimpinan Transformasional pada Startup

Lalu apa saja cara untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di perusahaan startup? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

1. Tentukan target dan tujuan yang jelas

Perusahaan yang berjalan tanpa tujuan tentu akan membuat karyawannya hilang arah. Oleh karena itu, penting bagi startup untuk menetapkan target dan menentukan tujuan bisnis.

Target dan tujuan harus dijelaskan kepada tenaga kerja yang ada di dalam perusahaan. Selain itu, perusahaan juga perlu menuangkan deskripsi pekerjaan, tolok ukur, tenggat waktu, target, dan tentunya upah karyawan di dalam kontrak yang disetujui pihak pekerja dan perusahaan sebelum mulai bekerja.

Kontrak yang ideal adalah yang membawa keuntungan baik bagi perusahaan maupun bagi tenaga kerja. Dengan cara inilah, tenaga kerja termotivasi untuk berkontribusi secara maksimal di tempatnya bekerja.

Baca Juga: 7 Peran Wirausaha untuk Perekonomian Indonesia

2. Memberikan ruang untuk berkreasi

Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja

Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja

Budaya kerja startup sangat berbeda dengan perusahaan korporat yang konvensional. Tenaga kerja di startup perlu diberi lebih banyak ruang dan kebebasan untuk berkreasi agar dapat memaksimalkan kemampuannya.

Tentunya kebebasan ini terbatas, dalam artian boleh berkreasi asalkan pekerjaan selesai tepat waktu. Cara ini juga sangat tepat diterapkan di dunia pasca pandemi, di mana banyak perusahaan menerapkan sistem bekerja dari rumah ataupun hybrid.

Baca Juga: 7 Tugas dan Tanggung Jawab CEO dalam Perusahaan

3. Memberikan penghargaan atau insentif sesuai prestasi

Tidak ada yang lebih memotivasi seseorang lebih dari insentif bagi mereka yang berprestasi. Perolehan insentif akan menciptakan iklim persaingan sehat dan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Dengan sistem rewards seperti ini, karyawan pun akan lebih terpacu untuk meningkatkan performa kerja dan membuktikan kemampuannya. Jika target terpenuhi atau bahkan terlampaui, jangan ragu untuk memberikan penghargaan, misalnya berupa bonus, pelatihan, hingga beasiswa pendidikan.

Selain meningkatkan produktivitas, hal ini juga akan membuat karyawan bertahan lama di perusahaan.

Baca juga: 7 Tugas Venture Capitalist, Tak Asal Berinvestasi!

4. Menjamin keamanan dalam bekerja

Tanpa adanya jaminan keamanan, karyawan akan berada dalam kondisi rentan saat bekerja sehingga tidak memiliki motivasi yang cukup untuk mencapai tujuan. Ada dua jenis keamanan yang perlu diperhatikan dalam bekerja, yaitu keamanan fisik dan keamanan mental.

Keamanan fisik dapat diberikan melalui fasilitas atau peralatan terbaru, kualitas udara yang baik, dan bangunan yang layak pakai serta aman dari bencana.

Sementara itu, keamanan mental dapat dijamin dengan cara merayakan keberhasilan tim, menguatkan rasa saling percaya antar rekan kerja dan atasan, serta berdialog secara rutin demi mencapai kesuksesan bersama.

Baca juga: Pengertian Founder Startup dan Perannya dalam Perusahaan

5. Memberikan pelayanan kesehatan

Kesehatan adalah aset yang sangat berharga untuk setiap orang, termasuk tenaga kerja di perusahaan startup. Pekerja yang sehat bekerja dengan lebih optimal dan produktivitasnya pun tinggi.

Untuk itu, perusahaan dapat menyediakan fasilitas kebugaran, rekreasi periodik, dan juga peningkatan nutrisi bagi karyawan.

Baca Juga: 8 Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Startup

6. Pelatihan berkelanjutan

Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja

Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja

Pelatihan di sini bukan bertujuan untuk memeras keringat karyawan, tetapi membantunya memaksimalkan potensi untuk melakukan tugas yang lebih spesifik sesuai keahliannya. Perusahaan dapat berinvestasi atau membiayai karyawan untuk melanjutkan pendidikan atau kursus keahlian melalui mekanisme beasiswa.

Dengan begitu, karyawan akan terus berkembang dan mendapatkan ilmu serta kemampuan baru yang dapat menunjang pekerjaannya di level yang lebih tinggi.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Bisnis Startup Bisa Berkembang Pesat

7. Mengelola karyawan dengan baik

Pengelolaan karyawan menentukan kualitas tenaga kerja di setiap perusahaan. Hal ini dilakukan dengan manajemen tenaga kerja untuk mencapai tujuan organisasi.

Pengelolaan karyawan mencakup aspek yang luas, mulai dari perekrutan, evaluasi, kompensasi, pelatihan dan pengembangan, hubungan karyawan, pendalaman masalah, serta kesehatan dan keselamatan kerja.

Semua hal yang tersebut di atas penting untuk dilakukan perusahaan, dalam hal ini HRD, karena dapat membawa dampak positif, mulai dari peningkatan profit dan daya saing, hingga mempercepat pencapaian tujuan organisasi.

Baca Juga: 7 Cara Mempertahankan Karyawan yang Potensial bagi Perusahaan

Itu dia tujuh cara meningkatkan kualitas tenaga kerja startup. Ingat, tenaga kerja adalah aset bagi perusahaan. Jadi, harus diperhatikan betul-betul setiap aspek yang melingkupinya.

Supaya lebih memahami soal pengelolaan tenaga kerja, Anda bisa download ASEAN’s Growth & Scale Talent Playbook di sini. Report tersebut bisa jadi pedoman buat para founder dalam merekrut dan mempertahankan tenaga kerja yang baik bagi perusahaan. Download sekarang!